Archive for Februari, 2009


Wanita…..

Baitti jannati..”

Luar biasa rahmatNya, tak pernah habis, selalu hadir ke setiap mahluk dan ciptaanNya, setiap detik, jam, hari, bulan dan tahun, setiap tarikan nafas, setiap detakkan jantung, setiap aliran darah, setiap kilatan saraf otak yang membuat manusia berfikir dan bertindak… tak pernah habis, tak pernah berkurang, bahkan tak pernah bosan Dia pemilik segala mahluk untuk memberikannya, baik pada yang dekat denganNya dan yang jauh dariNya….

Begitu juga yang selalu kurasakan setiap hari-hariku, semenjak aku dalam kandungan, dilahirkan dan menjalani kehidupan, rahmatNya selalu bersamaku, tak pernah habis, hanya saja rasa syukur ini tidak sesempurna dan sebanding dengan segala rahmat yang Dia berikan, rasa syukur yang terkadang tidak tersadari dan datang ketika mulai berfikir dengan jernih, menyadari bahwa tiada apa yang kita miliki kecuali milik Dia yang Maha Besar dan tiada daya dan upaya melainkan kekuatan Dia yang Maha Segala-galanya…

Begitulah manusia, yang cenderung mengingatNya ketika sedih dan berada dalam ujianNya kemudian dalam sekejap kedipan mata bisa lupa akan segalanya ketika kebahagiaan datang menemuinya…

Salah satu rahmat dan anugrah yang terindah yang diberikan ALLAH SWT di dunia ini adalah “wanita”, mahluk luar biasa yang diciptakan olehNya dari tulang rusuk pria, melengkapi kehidupan adam untuk bersama-sama mencapai surga, namun bisa juga menyesatkan dan melenakan untuk mengantar pria perlahan tapi pasti bak terhipnotis mantra-mantra untuk menuju neraka milikNya, dengan segala kelembutan dan daya tariknya…

Wanita” begitu indah kata ini diucapkan, yang terlintas seketika adalah lembutnya, hangatnya, perhatiannya, ketekunannya, ketulusannya, cinta kasihnya… benar-benar luar biasa, dan Maha Besar ALLAH yang menciptanya…

Dulu expectasi untuk wanita yang kucari dan akan mendampingiku begitu sempit, menempatkan urutan prioritas dalam mencari hawa yang akan mendampingiku, menginginkan yang cantik di urutan pertama, berkulit putih dan bersih di urutan kedua, berakal budi bahasa yang baik di urutan ketiga, bertubuh langsing, berambut hitam dan lurus, memiliki keluarga yang berada dan seterusnya dan seterusnya menempati urutan-urutan kriteria calon pendamping yang kucari…

Tapi kemudian Maha Besar DIA yang memberikanku cahaya kebenaran, yang menunjukkan wajah asli kebenaran, memberikan petunjuk akan keindahan yang menerangkan hati dan pikiran dibalik wajah indah wanita dunia…

Ketika kau manempatkan kecantikan lahiriyah maka yang kau dapatkan adalah kebahagiaan semu yang akan luntur dimakan waktu, tiada keindahan dan kebahagiaan yang kekal di dunia ini bila disandarkan kepada semua kecantikan dan keindahan lahiriyah, semu semu dan semua hanyalah semu, fatamorgana yang terlihat begitu indah namun semakin kau dekati semakin luntur dan hilanglah keindahannya tiada bersisa, fana sefana dunia…

Tak sedikit kejadian kejadian mulai dari nabi adam hingga sekarang yang menyangkut kata wanita, menghiasi perjalanan dunia dengan pesonanya, ini menunjukkan bahwa wanita memiliki kekuatan yang luar biasa dibalik keindahan dan kelembutannya, bagaikan gunung es yang terlihat putih bersih indah di permukaan laut dingin antartika, terlihat anggun, angkuh, kuat dan rapuh bersamaan, terlihat sedikit saja di permukaan tetapi jauh di balik air laut yang dingin itu terdapat kekuatan yang luar biasa, tumpukan besar gunung es yang mencengkram sampai ke kedalaman laut yang tak terhingga, kekuatan yang tersembunyi di balik indahnya, keindahan yang terlihat di permukaan saja tanpa pernah kita tau kekuatan dibalik semuanya….

Wanita bisa merubah watak pria yang kasar dan jahat menjadi bijaksana dan baik hati dan sebaliknya, wanita bisa bisa merubah negara menjadi negara yang besar dan sebaliknya, bahkan wanita bisa menciptakan surga dan sebaliknya….

Baitti jannati, rumahku surgaku, itu yang akan terjadi ketika wanita yang kau pilih benar-benar wanita yang solehah, wanita yang kuat agamanya, wanita yang menjadikan Allah sebagai cintanya yang agung, mancintaimu pria karena Tuhanya, Allah SWT….

Bahkan ketika wanita menjadi seorang ibu, surga berada di bawah telapak kakinya…

Subhanallah….

Begitu mulia wanita di mata Allah, begitu bijaksanaya agama kita Islam menempatkan wanita dalam ajaranya…

Sekarang semua khayalan dan angan akan wanita dunia perlahan sirna, bagaikan pekatnya hitam di gelap ruang yang tak bercelah tertembus cahaya yang terlubangi oleh islam, setitik lubang itu menembus gelap memancarkan cahaya putih bersih dan menyinari setiap sudut-sudut ruang yang tak tersentuh oleh cahaya, membuat semua terlihat jelas, terang benderang, sejelas seterang pandangan Islam rahmatan lil alamin tentang wanita yang mulia, wanita yang suci, wanita yang memegang teguh Islamnya. Maka dialah sesungguhnya wanita yang akan membuat rumahmu menjadi surgamu, wanita yang mencintaimu, memanjakanmu, melayanimu semata-mata hanya karena Allah, menciptakan surga untukmu karena Allah, ketika Allah menjadi peganganNya maka tak kan perlu kau ragu akan tulusnya dan cintanya, tak perlu kau ragu akan perangainya, takkan perlu kau ragu akan baktinya, tak perlu kau ragu akan segalanya….

Semua sudah berubah, perlahan tapi pasti Dia menarikku kepada kebenaran, mencoba memahami setiap ajaranya, mengapa harus wanita yang solehah menempati urutan pertama prioritas mencari bidadari di dunia…

Sekali lagi karena…

Ketika wanita solehah kau pilih menjadi syarat utama, urutan prioritas nomor satu mengalahkan kecantikan dunia maka wanita solehah adalah segala-galanya……

Ya Allah yang Maha Pencinta kubawa dia bersamaku, disamping dia ku menghadapMu….

Yang memiliki kecantikan luar biasa amal perbuatanya, yang memiliki keindahan cinta kepadaku karena cintanya kepadaMu…

Maka terciptalah surgamu di dunia di dalam rumahmu, baitti jannati itu janjiNya…

Subhanallah….
Maha besar Allah dengan segala kasih dan sayangnya…..

rindu kasihNya….

11.54 pm dapat sms dari teman,..

”Assalamualaikum. Aku dapat forward-an bagus neh.

Ketika jiwa rindu kasihNya rindu kasihnya kadang harus berseteru
Meraihnya atau meraihNya atau meraih keduanya…”

Gak tau angin apa yang merasuk ke tubuh dan pikiran aq langsung bangun, terasa benar2 rindu akan kasihNya, bergegas ambil wudhu dan shalat tahajjud..

Kerinduan ini terasa begitu kuat, kerinduan untuk berdua saja dengaNya, ingin bercerita ttg smua masalah hidup, tentang diriku yang terlalu jauh dan tak menghiraukan panggilanNya, tentangq benar2 tentangq…

Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya, anugrahNya memang baru saja reda, membasahi haus bumi dan memberikan kehidupan baru bagi tiap mahluknya, anugerahnya yang terus saja hadir walau manusia telah merusak keseimbanganya, anugerahNYA yang jatuh dan naik dalam suatu siklus dengan jumlah yang sama, dari dulu sampai sekarang, tepat setiap jumlahnya, akurat, valid, tak bercela…

Hujan yang baru saja reda menambah kerinduanku padaNya, gak biasanya aq bangun di tengah malam pada saat paginya aq harus bekerja, kadang aku melakukanya di saat aku tidak bekerja di pagi harinya, karena ku takut ketika ku bangun matahari pagi mengejekku dan ayam pagi tersenyum riang, bangga karena dia lebih dulu mencari rizkiNya dan bangun lebih awal dariku..

Tapi malam ini terasa lain, aku sama sekali tidak takut silau matahari akan membangunkanku, aku yakin seyakin-yakinnya bahwa Dia akan membangunkanku pagi hari nanti, di saat mentari belum menyinari bumi, untuk kembali bertemu denganNya, mengisi daftar hadir hidupku dalam absenNya, memulai aktifitas hari dengan izin dan ridhoNya….

Malam ini aku tidak banyak meminta seperti malam2 yang dulu, bahkan aku sudah lupa kapan terakhir aku mengunjungiNya secara khusus, di tengah malam seperti ini..

Malam ini aku benar2 ingin mengadili diriku, mempertanyakan hadirku yang congkaknya, mengambil semua rizkiNya, kebahagiaan dariNya, kehidupan dariNya, tanpa pernah serius memperbaiki diri, bermuhasabah akan semua kesalahan yang dilakukan dan TIDAK untuk mengulanginya lagi…

Malam ini hanya aku dan Dia, aku memohon padaNya untuk menuntunku..
Bahkan Dia selalu menuntunku hanya aku yang tak mengiraukanNya…

Aku memohon padaNya, jangan Kau hitamkan hatiku, jangan pernah tinggalkan aku, jangan pernah berpaling dariku, jangan pernah Kau acuhkan aku…..

Bahkan Dia yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang, tak mungkin Dia menghitamkan hatiku, meninggalkanku, berpaling dariku, dan mengacuhkanku, Dia Maha Penyayang…

TIDAK pernah, itu semua hanya kata-kataq, bias gelisah lemahnya pikiranq untuk mengadili diriku yang jauh dariNya, bahkan di saat aku tau Dia lebih dekat dari urat nadi di leherku….

YA ALLAH, ampunkan diriku yang jauh dari sempurna ini, yang berlimpahkan salah dan dosa, yang terkadang lupa akan diriMu Ya ALLAH, atau bahkan sengaja melupakanMU…..

Astagfirullah……..

Bahkan ketika mulut dan hati ini memohon kepadaMu, hamba tidak memilikinya..
Ini mulutMu, ini hatiMu, ini tubuhMu, ini nafasMu, ini tangisMu, ini semua milikMu…

Sekarang ku tau…. dengan ilmuMu..

Sekarang ku sadar…. dengan hatiku yang spenuhnya milikMu…

Bahwa…

”ketika jiwa rindu kasihNya… rindu kasih milikNya ini tak perlu berseteru, tak pantas berseteru, tak seharusnya berseteru untuk meraih rindu kasihnya atau rindu kasihNya atau keduanya… cukup meraih rindu kasihNya saja… cukup satu bukan keduanya, ketika meraih rindu kasihNya maka kau telah mendapatkan keduanya, bahkan ketiganya, keempatnya dan seterusnya… dengan meraih rindu kasihNya kau pasti akan di limpahi dengan rindu kasih yang lainya, tanpa harus kau minta, ia datang begitu saja atas rindu dan kasih dari Dia.. ALLAH SWT…. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang……

Terima Kasih Ya ALLAH……..

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.