11.54 pm dapat sms dari teman,..

”Assalamualaikum. Aku dapat forward-an bagus neh.

Ketika jiwa rindu kasihNya rindu kasihnya kadang harus berseteru
Meraihnya atau meraihNya atau meraih keduanya…”

Gak tau angin apa yang merasuk ke tubuh dan pikiran aq langsung bangun, terasa benar2 rindu akan kasihNya, bergegas ambil wudhu dan shalat tahajjud..

Kerinduan ini terasa begitu kuat, kerinduan untuk berdua saja dengaNya, ingin bercerita ttg smua masalah hidup, tentang diriku yang terlalu jauh dan tak menghiraukan panggilanNya, tentangq benar2 tentangq…

Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya, anugrahNya memang baru saja reda, membasahi haus bumi dan memberikan kehidupan baru bagi tiap mahluknya, anugerahnya yang terus saja hadir walau manusia telah merusak keseimbanganya, anugerahNYA yang jatuh dan naik dalam suatu siklus dengan jumlah yang sama, dari dulu sampai sekarang, tepat setiap jumlahnya, akurat, valid, tak bercela…

Hujan yang baru saja reda menambah kerinduanku padaNya, gak biasanya aq bangun di tengah malam pada saat paginya aq harus bekerja, kadang aku melakukanya di saat aku tidak bekerja di pagi harinya, karena ku takut ketika ku bangun matahari pagi mengejekku dan ayam pagi tersenyum riang, bangga karena dia lebih dulu mencari rizkiNya dan bangun lebih awal dariku..

Tapi malam ini terasa lain, aku sama sekali tidak takut silau matahari akan membangunkanku, aku yakin seyakin-yakinnya bahwa Dia akan membangunkanku pagi hari nanti, di saat mentari belum menyinari bumi, untuk kembali bertemu denganNya, mengisi daftar hadir hidupku dalam absenNya, memulai aktifitas hari dengan izin dan ridhoNya….

Malam ini aku tidak banyak meminta seperti malam2 yang dulu, bahkan aku sudah lupa kapan terakhir aku mengunjungiNya secara khusus, di tengah malam seperti ini..

Malam ini aku benar2 ingin mengadili diriku, mempertanyakan hadirku yang congkaknya, mengambil semua rizkiNya, kebahagiaan dariNya, kehidupan dariNya, tanpa pernah serius memperbaiki diri, bermuhasabah akan semua kesalahan yang dilakukan dan TIDAK untuk mengulanginya lagi…

Malam ini hanya aku dan Dia, aku memohon padaNya untuk menuntunku..
Bahkan Dia selalu menuntunku hanya aku yang tak mengiraukanNya…

Aku memohon padaNya, jangan Kau hitamkan hatiku, jangan pernah tinggalkan aku, jangan pernah berpaling dariku, jangan pernah Kau acuhkan aku…..

Bahkan Dia yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang, tak mungkin Dia menghitamkan hatiku, meninggalkanku, berpaling dariku, dan mengacuhkanku, Dia Maha Penyayang…

TIDAK pernah, itu semua hanya kata-kataq, bias gelisah lemahnya pikiranq untuk mengadili diriku yang jauh dariNya, bahkan di saat aku tau Dia lebih dekat dari urat nadi di leherku….

YA ALLAH, ampunkan diriku yang jauh dari sempurna ini, yang berlimpahkan salah dan dosa, yang terkadang lupa akan diriMu Ya ALLAH, atau bahkan sengaja melupakanMU…..

Astagfirullah……..

Bahkan ketika mulut dan hati ini memohon kepadaMu, hamba tidak memilikinya..
Ini mulutMu, ini hatiMu, ini tubuhMu, ini nafasMu, ini tangisMu, ini semua milikMu…

Sekarang ku tau…. dengan ilmuMu..

Sekarang ku sadar…. dengan hatiku yang spenuhnya milikMu…

Bahwa…

”ketika jiwa rindu kasihNya… rindu kasih milikNya ini tak perlu berseteru, tak pantas berseteru, tak seharusnya berseteru untuk meraih rindu kasihnya atau rindu kasihNya atau keduanya… cukup meraih rindu kasihNya saja… cukup satu bukan keduanya, ketika meraih rindu kasihNya maka kau telah mendapatkan keduanya, bahkan ketiganya, keempatnya dan seterusnya… dengan meraih rindu kasihNya kau pasti akan di limpahi dengan rindu kasih yang lainya, tanpa harus kau minta, ia datang begitu saja atas rindu dan kasih dari Dia.. ALLAH SWT…. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang……

Terima Kasih Ya ALLAH……..